KETIKA IA MEMPERCAYAIKU?
KETIKA IA MEMPERCAYAIKU..... Hampir enam bulan kita bersama di Universitas kehidupan nan tercintaku Ahmad Dahlan Yogyakarta dan komunitas debatlah yang membuatku harus mengenalnya lebih jauh, lebih dalam. Dia adalah seorang pria pada umumnya, dingin, cuek, pintar dan sedikit pendiam. Itu pemikiranku diawal pertemuan kita. Jujur, aku tidak memiliki rasa spesial padanya tetapi ada hal yang membuatku ingin lebih mengenalnya, sedikit mengenal kepribadiannya. Hingga pada akhirnya keinginan itu menemukan titik terang, ya komunitas debat telah menjadi titk terang untuk mewujudkan keinginan itu. Apakah aku bahagia? tidak, tidak sama sekali, karena pada dasarnya aku tidak menyukainya hanya saja ada suatu hal yang menarik dirinya. Tepatnya adalah kemiripan antara aku dan dia yang membuatku semakin ingin lebih dekat dengannya. Mungkin itu adalah alasan terkonyol, tapi itu tidaklah penting karena keinginan itu telah mengalahkan kerasionalitasan diriku. Tampaknya keinginan itu tidak ...